Showing posts with label review in indonesian. Show all posts
Showing posts with label review in indonesian. Show all posts

Sunday, May 8, 2016

Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi - Yusi Avianto Pareanom

Pareanom, Yusi Avianto. 2016. Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi. Depok: Banana.
Rating 5 bintang


Buku ini untuk DEWASA, karena kontennya menyajikan adegan seksual dan kekerasan yang eksplisit. Tapi, kalau kamu bukan orang dewasa tapi sudah merasa dewasa, silakan baca buku ini. I don’t care. Ini buku bagus. Semua orang berhak baca dan menikmati buku ini!

Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi

Sayang sekali popularitas buku ini tidak semegah yang saya harapkan. Well, it actually depends on your circle of friends, I guess. Teman-teman saya yang satu lingkup dengan si penulis atau yang pernah membaca karya-karya Om Yusi sebelumnya, tentu saja sudah heboh membahas (dan mengemis minta) buku ini bahkan sebelum bukunya rampung ditulis.

Namun, teman-teman saya dari lingkup lainnya bergeming ketika buku jatmika ini terbit. Tidak ada kemeriahan apapun bahkan di lingkup teman-teman sesama pembaca dan blogger buku. Sayang sekali. Sayang sekali.

Apakah ada anggapan bahwa ini jenis buku yang hanya bisa dinikmati kalangan yang bacaan sehari-harinya adalah GM, Pram, SGA, Murakami, dll? Ini bukan buku berat sama sekali kok, walaupun tebalnya 448 halaman. Apakah ketidaktersediaan buku ini di Gramedia ikut menjadi faktor kurang populernya buku ini? Bisa jadi. Padahal enggak susah kok untuk dapat buku ini. Nih, saya kasih beberapa tautan tempat yang jual buku ini yang saya tahu.

Penerbit Buku Indie || Toko Buku Kineruku || Instagram @post_santa

Saya serius ingin buku ini dibaca lebih banyak orang. Niscaya, kalian (yang belum baca) akan kembali lagi ke blog ini dan bilang makasih ke saya karena saya sememaksa ini.

Sunday, November 1, 2015

Surat Wasiat - John Grisham

Grisham, John. 2003. Surat Wasiat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Rating 4 bintang

The Testament (Surat Wasiat)

Ini novel John Grisham pertama yang saya baca. Saya tahu sih Grisham ini penulis yang banyak karyanya. Saya juga sering lihat buku-buku Grisham diobral di toko buku-toko buku sekarang. Mungkin karena kelihatannya ini novel bapuk dan enggak ada sesuatu yang menarik dan kekinian di novel ini, saya jadi enggak pernah merasa ingin baca karya-karya Grisham.

Ini punyanya Papa saya, tapi sudah saya anggap punya saya. Yang saya punya ini adalah versi Indonesia cetakan keempat tahun 2003. Tapi aslinya novel ini pertama kali terbit tahun 1999. Mungkin alasan lain kenapa saya enggak tertarik baca karya Grisham adalah karena saat novel-novelnya sedang di masa kejayaan, karena saya sok tahu saya perkirakan itu tahun 90-an sampai awal 2000, saat itu saya belum di fase yang senang membaca novel misteri dengan latar dunia orang dewasa.

Dari halaman pertama, saya sudah enggak bisa memalingkan mata! WEDAN KEREN BANGET! 

Ini novel thriller misteri yang pol banget bikin penasarannya. Novel setebal 617 halaman ini selesai saya baca kurang dari dua hari. Itu termasuk cepat buat saya yang kecepatan bacanya lelet banget, dan lagi selama dua hari itu pun saya sibuk ngurus sesuatu.

Friday, October 9, 2015

The Book Thief - Markus Zusak

Zusak, Markus. 2012. The Book Thief. London: Definitions.
Rating 5 bintang
The Book Thief

“Hard times were coming. Like a parade.”

Saya, terus terang saja, bukan orang yang pengetahuan sejarahnya kuat. Baik sejarah nasional maupun internasional. Makanya, saya cenderung menghindari novel-novel dengan genre fiksi-sejarah (historical-fiction). Takutnya pemahaman sejarah saya (yang miskin itu) jadi campur aduk dengan fiksi di novel tersebut. Karena saya enggak yakin akan bisa membedakan mana yang fiktif, mana yang fakta sejarah. Nah, dengan kewaswasan itulah saya memulai The Book Thief-nya Markus Zusak yang masyhur ini.

Yah, sebenarnya sih saya awalnya enggak tahu kalau ini novel fiksi-sejarah. Bagian belakang buku ini enggak membeberkan apapun (sudah seharusnya begitu). Dan saya juga sengaja enggak nonton filmnya dulu sebelum saya baca bukunya. Saya tahu ini fiksi-sejarah setelah baca beberapa halaman pertama. Ternyata ini fiksi dengan latar belakang Nazi Jerman di bawah otoritas Hitler. Ih, kedengarannya membosankan.

Versi Bahasa Inggris yang saya baca terdiri dari 584 halaman. Dan setiap lembarnya menakjubkan. Saya enggak bermaksud memuji berlebih-lebihan. Tapi, saya rasa saya belum pernah membaca buku yang lebih cerdas dan lebih indah dari The Book Thief. Benar-benar suatu pengalaman membaca yang memuaskan!

Thursday, March 26, 2015

Why We Broke Up – Daniel Handler [DNF]

Handler, Daniel. 2011. Why We Broke Up. New York: Little, Brown and Company.
Rating 2 bintang
Why We Broke Up

Saya berhenti di 32% dari buku ini. Dan, ya ampun, untuk sampai di 32% itu aja udah perjuangan banget.

Judulnya yang intimidating bikin saya menunda baca buku ini sejak lama. Tapi, setelah mengalami putus hubungan romantis baru-baru ini, saya merasa inilah waktu yang tepat untuk baca buku ini. Jadi bisa dibilang, harapan saya cukup tinggi sebelum mulai baca Why We Broke Up.

Buku ini berupa surat panjang (banget) yang ditulis Min untuk Ed Slaterton, mantan pacarnya. Isinya menjelaskan kenapa mereka akhirnya putus. Selain mengirimkan surat, si Min ini juga ngirim barang-barang memento mereka berdua selama ini. Ada macem-macem. Dari tutup botol pas mereka pertama kali ngobrol, tiket nonton bioskop, robekan poster, mainan mobil truk, dan barang-barang kecil lain yang semuanya dimasukkan ke satu kotak. Untuk setiap barang, Min menjelaskan cerita di balik barang itu dan semuanya diakhiri dengan “and that’s why we broke up”.

Friday, January 30, 2015

The Naked Traveler Across the Indonesian Archipelago - Trinity + Secret Santa Post #2


Wuih, judulnya panjang.

Helloooo, Guys! Sudah lama sekali (sebulan, lebih tepatnya) saya nganggurin blog ini. Maaf. I just need some time apart from this blog. I need something new, or else I'll get bored and abandon this blog for even more time that I already did. Karena itulah, untuk review buku kali ini saya mencoba hal baru yang belum pernah saya coba.

Saya bikin video! Saya enggak pernah bikin video sebelumnya, jadi, ini yang pertama. Saya sadar banget akan pencahayaannya yang buruk, kualitas kameranya juga, suaranya juga... semuanya! Hahah. Maklumin saja lah yah. Tapi saya lumayan semangat gara-gara bikin video ini, bahkan... sebenarnya, saya sudah menyiapkan satu video lagi yang akan saya publish awal Februari. Hoyeee~

Tuesday, September 30, 2014

Creative Writing - A. S. Laksana

Laksana, A. S. 2013. Creative Writing. Jakarta: GagasMedia.
Rating 5 bintang


Creative Writing: Tip dan Strategi Menulis Cerpen dan Novel - Edisi Revisi

Seingat saya, saya belum pernah menyempatkan diri untuk membaca buku panduan menulis fiksi, jadi saya tidak bisa membandingkan buku ini dengan buku lain sejenis. Yang jelas, bagi saya buku ini sukses menyampaikan maksudnya dan benar-benar memberikan semangat untuk menulis dengan baik. Penjelasannya enggak bertele-tele, tepat sasaran, dan cukup dasar. Kualitas lima bintang banget!

Tuesday, May 27, 2014

Tabula Rasa - Kristen Lippert-Martin


Lippert-Martin, Kristen. 2014. Tabula Rasa. New York: Egmont USA.
Rating 3,5 bintang
(review in English, click here)

Tabula Rasa

Saya menerima buku ini melalui NetGalley, buku ini direncanakan akan terbit pada September 2014.

Pertama saya lihat buku ini di rak buku salah satu teman di Goodreads. Sampulnya keren, dan saya tertarik sekali setelah baca ringkasan bukunya. Katanya ini layaknya The Bourne Identity ketemu Divergent. Saya sih belum baca Divergent, tapi dinilai dari popularitasnya yang tinggi, kayaknya itu novel boleh juga. Dan tentu saja, saya penggemar berat The Bourne Identity, maka saya pun makin penasaran jadinya. Terus ternyata ini tentang perempuan yang semacam hilang ingatan begitu (selera saya banget, cuy). Kesimpulannya:

MAU MAU MAU! Kasiin ke gueee!
Dan saya coba minta ARC-nya (advance reader copy) ke NetGalley, walaupun penerbitnya bilang mereka cuma mengutamakan permintaan pembaca dari Amerika Serikat dan Kanada, saya tetap saja mengajukan permintaan ARC-nya, saya sudah kepingin banget! Dan saya pun dikasih ARC-nya. Reaksi saya:


Friday, May 23, 2014

Sila ke-6: Kreatif Sampai Mati - Wahyu Aditya


Aditya, Wahyu. 2013. Sila ke-6: Kreatif Sampai Mati. Yogyakarta: Penerbit Bentang.
Rating 5 bintang
(review in English, click here)

Sila ke-6: Kreatif Sampai Mati

Saya adalah pembaca buku sejak saya bisa mengingat. Bahkan ada foto saya saat masih berumur sekitar 2 tahun, sedang duduk membaca buku, walaupun bukunya terbalik, tapi itu tetap petunjuk awal kan kalau saya bakal jadi kutu buku ke depannya? Saya rasa, adalah hal yang otomatis saat seorang kutu buku juga pada akhirnya ingin menulis buku. Saya pun begitu, tapi belum kesampaian. Dari saya SD, saya sering bikin cerita-cerita pendek yang kebanyakan enggak ber-ending, puisi-puisi garing, bahkan sampai skrip drama ngaco. Hampir semuanya tidak pernah dilihat mata lain selain mata saya. Beranjak dewasa, saya semakin tidak produktif untuk ‘berkarya’, walaupun keinginan untuk menulis cerita sendiri selalu ada, sampai sekarang. Seringnya, saya punya ketakutan-ketakutan yang membuat saya mengurungkan niat untuk menulis cerita sendiri, yang pada akhirnya menjadi alasan untuk tidak melakukannya sama sekali. Kemudian buku ini datang menampar saya dengan kata-kata lugas dan simpelnya.

Rasa takut adalah musuh besar dari kreativitas.

Tidak benar-benar terasa seperti ditampar sih, soalnya ini buku lucu banget. Dibawakan dengan santai sesantai-santainya oleh Wahyu Aditya alias Wadit, penulisnya. Banyak saran Wadit yang, walaupun bukan hal baru, tetap terasa segar dan cara penyampaiannya benar-benar baik.

Saturday, May 3, 2014

Menanti Cinta – Adam Aksara [DNF... kind of]


NOTE: Dearest readers, I’m not going to review this in English. No more people should care about this book. You're missing nothing.

Aksara, Adam. 2014. Menanti Cinta. Malang: Mozaik Indie Publisher.
Rating 1 bintang


Menanti Cinta

Saya mendapat buku ini dari penerbitnya, jika kalian tertarik bisa beli di sini.

Setelah buku DNF pertama saya di blog ini, saya enggak menyangka bakal secepat ini ketemu buku DNF lagi, ada satu buku lagi sih bahkan tapi saya masih belum memutuskan akan menulis ulasannya atau tidak untuk yang itu. Uuugh saya enggak suka baca buku enggak sampai selesai, tapi seriusan deh, saya. Enggak. Sanggup. Baca. Habis. Buku. Ini. Dan kalau saya diminta berusaha sekali lagi untuk menyelesaikan buku ini...


Dan saya merasa enggak enak hati, kan saya dapat bukunya gratis.... Hei kamu, Adam Aksara, JANGAN baca ulasan ini. Enggak perlu marah atau sakit hati yah. Tidak, saya mungkin tidak akan memaki-maki. Mungkin tidak juga berkata kasar. Saya cuma akan ngomong apa adanya.

Saturday, April 19, 2014

Cruel Beauty - Rosamund Hodge

Hodge, Rosamund. 2014. Cruel Beauty. United States: Balzer + Bray.
Rating 4 bintang
(review in English, click here)

Cruel Beauty

Nah kan, ini dia masalahnya kalau ulasan buku dibuat DUA BULAN setelah bukunya selesai dibaca. Saya sudah hampir lupaaaaaa sama efek buku ini ke saya. Dan selama dua bulan ini pun banyak buku yang sudah saya baca (dan beberapa buku itu bikin saya tergila-gila!), jadi euforia Cruel Beauty di kepala saya sudah tipis banget. Ya sudahlah, mari kita lihat bagaimana saya menghancurkan ulasan ini.

Monday, March 17, 2014

The Truth About Alice - Jennifer Mathieu

Mathieu, Jennifer. 2014. The Truth About Alice. New York: Roaring Brook Press.
Rating 4 bintang
(review in English, click here)

The Truth About Alice

Saya menerima buku ini melalui NetGalley, buku ini direncanakan akan terbit pada Juni 2014.
“But mostly I just go through every day and I do what people expect of me.”-Josh
Alice Franklin, karakter utama buku ini, punya reputasi yang bagus di sekolahnya. Dia cantik, pandai bergaul, dan ramah. Namun, satu rumor buruk di kota kecil bisa berdampak panjang dan mengubah semuanya. Alice dicap sebagai wanita murahan karena Brandon Fitzsimmons mengaku meniduri Alice di pestanya Elaine O’Dea, dan di malam dan pesta yang sama, Tommy Cray juga meniduri Alice. Alice dicap sebagai pembunuh setelah Brandon Fitzsimmons meninggal dalam kecelakaan mobil karena saat menyetir dia sedang bertukar sms tidak senonoh dengan Alice. Keseharian Alice otomatis berubah sejak kematian Brandon Fitzsimmons, lelaki paling populer se-Healy, kota kecil di Texas. Rumor demi rumor tidak berhenti bermunculan sejak itu, orang-orang tidak segan menerima rumor-rumor itu sebagai kenyataan, sementara yang tahu kebenarannya hanya Alice, dan segelintir orang yang memilih untuk tidak mengungkapkannya.

Wednesday, March 12, 2014

ChinAlive - Bob Jonas

Jonas, Bob. 2013. ChinAlive. Charleston: Vagabond Librarian Publishing.
Rating 2,5 bintang
(review in English, click here)

Chinalive

Saya mendapatkan buku ini melalui Goodreads Giveaway.

Berlatarkan Cina yang akan menyelenggarakan Olympiade 2008, petualangan Charlie Evers pun dimulai. Charlie, remaja Amerika berusia 12 tahun, sudah bertahun-tahun tinggal di Cina bersama keluarganya dan sudah mengusai dengan baik bahasa setempat. Dengan maksud meneliti tentang Sungai Yangtze untuk tugas sekolahnya, Charlie berseluncur di internet menggunakan komputer ayahnya. Akhirnya, dia malah jadi terlibat di chatting room yang membahas tentang gerakan rahasia di Cina, gerakan pro-demokrasi. Charlie yang selalu ingin tahu, mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang pada akhirnya mengakibatkan dia nantinya terlibat dalam sejarah pembentukan Cina yang baru.

Wednesday, February 5, 2014

We Are All Weird: Saatnya Menjadi Orang Aneh – Seth Godin


Godin, Seth. 2011. We Are All Weird: Saatnya Menjadi Orang Aneh. Bandung: Penerbit Kaifa.
Rating 2 bintang
(review in English, click here)

We Are All Weird (Saatnya Menjadi Orang Aneh)

Antara normal dan yang tidak normal hanya dibatasi oleh jumlah massa dan lajur waktu. Itu ide utama yang saya dapat dari We Are All Weird, dan saya rasa itu yang paling menarik dari buku ini. Ide ini cukup mencerahkan saya karena dijelaskan dengan baik sekali di awal buku. Ya, ide utama buku ini dijelaskan di awal buku. Komunitas sosial tempat kita berada dapat digambarkan seperti ini...


Kelompok normal mempunyai jumlah yang lebih banyak dari orang aneh dan itu ditunjukkan pada bagian tengah di gambar di atas. Namun semakin waktu berjalan, yang normal semakin terpangkas, melebar ke samping, menjadi semakin aneh. Ada masanya di mana perbudakan orang kulit hitam dianggap normal, ada masanya di mana wanita yang tidak punya hak suara dalam pemilihan umum dianggap normal, bahkan di Indonesia ada masanya membunuhi orang secara massal dianggap tindakan pahlawan DAN normal! (Sudah nonton The Act of Killing?) Namun, seiring berjalannya waktu, yang tadinya dianggap normal mengalami perubahan hingga di saat sekarang akan dianggap benar-benar aneh jika masih berlaku. Intinya, kenormalan dan keanehan itu tidak mutlak.

Thursday, January 30, 2014

Rumah Kopi Singa Tertawa – Yusi Avianto Pareanom + Secret Santa 2013! Post #2

Pareanom, Yusi Avianto. 2011. Rumah Kopi Singa Tertawa. Jakarta: Banana.
Rating 5 bintang


Rumah Kopi Singa Tertawa


Saya pernah bilang di post sebelumnya yang mana saya lupa, bahwa saya enggak pernah sreg dengan bentuk cerita-cerita pendek. Enggak tahu kenapa. Tapi belakangan saya kok malah jadi baca-baca kumpulan cerpen pun saya juga agak heran. Biasanya memang begitu kan, dibilang jangan malah dilakuin. Dibilang gak suka, tapi dibaca juga. Hah! Dan buku ini berhasil bikin cerpen jadi seksi di mata saya. Rasanya seperti sehabis makan nasi timbel terus minum teh hangat tawar di daerah Dago atas, pas tak berlebihan dan kenyang dan nyaman dan enak aja gitu.

Saturday, January 11, 2014

Taman Api – Yonathan Rahardjo


Rahardjo, Yonathan. 2011. Taman Api. Jakarta: Pustaka Alvabet.
Rating 2,5 bintang
(review in English, click here)

Terima kasih kepada Pustaka Alvabet yang telah memberikan saya buku ini sebagai ganti ulasan yang jujur.

Taman Api

Orang yang mengajak kenalan lewat sms biasanya tidak saya waro (Sunda: pedulikan, memberi perhatian).

Tapi, karena beberapa hari yang lalu saya masih sedang membaca novel ini, saya jadi iseng.
Dia: Mlem.. ?
Saya: ya?
D: Blh knln nich.?
S: ini siapa?
D: Sya deni,lw situ cpa namanya..
S: kalo malem namaku bintang kejora, kalo siang jadi abdullah.
D: Ouh gitu,kalo pg,
S: kalo pagi panggil apa aja boleh. kamu waria juga? dapet nomor aku drmana? pasti dari si flora yah.
D: Astagfiruloh mit amit dech..
S: kenapa den?
D: Gk...
S: dapet nomorku drmana den? kamu mau pesen servis?
D: Sory ya gwe msh normal gk jd dech.

Friday, December 6, 2013

The Husband – Dean Koontz


Koontz, Dean. 2007. The Husband. Jakarta: Pustaka Alvabet.
Rating 5 bintang
(review in English, click here)

Terima kasih kepada Pustaka Alvabet yang telah memberikan saya buku ini sebagai ganti ulasan yang jujur.

The Husband

Kenapa saya baca buku ini?
Kebetulan saja saya sedang berselancar di internet, dari satu toko buku daring ke yang lainnya. Ada yang jual The Husband versi Bahasa Inggris dengan harga murah, buku bekas sih memang, tapi saya jadi tertarik mengecek itu buku tentang apa. Setelah tengok sana tengok sini, sepertinya ini buku bagus, jadi saya masukkan ke wishlist saya (yang sudah bejibun itu). Suatu hari, saya sedang mampir ke website Pustaka Alvabet, lihat-lihat bukunya, dan kaget. Ternyata The Husband-nya Dean Koontz sudah diterbitkan oleh mereka. Buku-buku terbitan penerbit ini bagus-bagus, tapi entah kenapa kok seperti jarang ditemui di toko buku yah? Jadi, saya coba minta mereka mengirimkan buku ini ke saya, sebagai ganti ulasan buku di blog saya. Jadi, inilah ini, ulasannya. Hehe.

Friday, November 29, 2013

Saat-saat Seram – R. L. Stine


Stine, R. L. 2003. Saat-saat Seram. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Rating 3,5 bintang
(review in English, click here)

Nightmare Hour: Saat-saat Seram

Kenapa saya baca buku ini?
Saya baca buku ini supaya bisa ikut posting bareng BBI bulan November yang temanya Horor, seperti yang sudah saya jelaskan di postingan sebelumnya tentang even bulanan ini. Buku ini sudah lamaaaa sekali saya punyai dan tidak juga kunjung saya baca. Sudah sekitar sepuluh tahun dan saya masih belum tertarik (dan berani) baca buku ini, sampai bulan ini akhirnya terbaca juga, dengan agak terpaksa. Saya yang sekarang merasa enggak terlalu suka genre horor, dan saat baca buku ini, yah, saya masih belum berubah pikiran. Padahal saya yang dulu penggemar Goosebumps lho, bahkan sampai bergabung ke fans club-nya segala! Sering dapat swag yang dikirimkan ke rumah, dan yang paling EPIK dari semua swag yang saya dapat adalah poster seukuran badan yang gambarnya tengkorak lagi duduk minum teh di depan lemari buku, NYALA DALAM GELAP! Epik. Makanya, beli buku R. L. Stine yang ini pun semacam otomatis bagi saya waktu itu. Tapi ada satu hal yang bikin saya dari dulu enggan baca buku ini...

Thursday, November 28, 2013

Generasi 90an – Marchella FP

Dear Readers, I guess I am not going to review this book in English because this book really just talks about local things. It’s about what Indonesian kids used to do in 90s era. But, if any of you are somehow interested in reading the review of this book in English, just comment below or message me or whatever, let me know. Cheers.




FP, Marchella. 2013. Generasi 90an. Jakarta: PT Gramedia.
Rating 3,5 bintang

Generasi 90an

Kenapa saya baca buku ini?
Kebetulan, atau tidak kebetulan, saya termasuk di golongan generasi 90an. Saya lahir tepat di tahun 1990. Kalau enggak salah, penulis ini juga seumuran dengan saya. Jadi bisa dibilang, saya pastilah termasuk pasar utama dari buku ini. Sebelum beli Generasi 90an, sama seperti banyak orang lainnya, saya curi-curi baca dulu di toko buku. Setelah sekilas dilihat, saya suka. Suatu hari saya kesetanan beli buku, padahal uang lagi pas-pasan, eh tahu-tahu buku ini sudah masuk ke kantong belanjaan saya (penjelasan enggak mutu, hahaha). Saya baca buku ini dengan teliti, dibaca kata per kata, baru sekarang karena bertepatan dengan even bulanan Blogger Buku Indonesia (BBI), yaitu posting bareng. Untuk bulan ini, tema pertamanya adalah Grafis/Komik. Tema kedua, Horor/Thriller. Kalau mau lihat post dari BBI-ers lainnya, bisa kunjungi tautan ini. Nah, kenapa saya cuma kasih 3,5 bintang yah untuk buku ini?

Saturday, November 23, 2013

The Cassandra Compact – Robert Ludlum & Philip Shelby


Ludlum, Robert dan Philip Shelby. 2004. The Cassandra Compact. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Rating 4,5 bintang
(review in English, click here)

The Cassandra Compact (Covert-One, #2)
Kenapa saya baca buku ini?
Saya baca buku ini karena ini karya Robert Ludlum (dan Philip Shelby, rekan penulisnya untuk buku ini). Dan saya merasa konyol sekali karena baru sekarang saya baca ini buku. Pasalnya, buku ini sudah sejak saya SMP ada di rumah. Sebenarnya sih ini bukunya Papa, hehe. Tapi sekarang anggap saja ini sudah berpindah hak milik. Ini buku saya. Pertama kali saya membaca karya Ludlum adalah waktu saya SMA melalui seri Jason Bourne  yang SUPER KEREN SEKALI! Selama ini saya pikir The Cassandra Compact itu tulisannya Tom Clancy, karena waktu disimpan, kebetulan buku ini diapit oleh dua buku Tom Clancy milik Papa juga, yang belum juga sempat saya baca. Tom Clancy... iya tahu dia baru-baru ini meninggal dan semua orang pada gempar karena kehilangan penulis thriller legendaris. Sayangnya saya belum pernah baca bukunya Clancy, bulan depan mungkin. Balik ke topik! Intinya, saya baca buku The Cassandra Compact karena ini karya Robert Ludlum (dan Philip Shelby). Dan saya harus segera berburu karya Ludlum yang lain...

Tuesday, October 29, 2013

Beautiful Nightmares - Farrahnanda [DNF, Sorry!]

DEAR READERS, I'M NOT GOING TO REVIEW THIS BOOK IN ENGLISH BECAUSE IT'S NOT WORTH MY TIME AND ENERGY MORE THAN HOW MUCH I ALREADY HAD GIVEN FOR IT. SERIOUSLY, YOU'RE NOT MISSING ANYTHING.

Farrahnanda. 2013. Beautiful Nightmares. Yogyakarta: de TEENS.
Rating errr enggak berbintang.

Beautiful Nightmares

Kenapa saya baca buku ini?
Enaknya jadi anggota Blogger Buku Indonesia (BBI), kita punya kesempatan untuk dapat buku gratis yang baru banget rilis, untuk dibaca kemudian diulas di blog. Jadi, waktu Mas Dion menawarkan beberapa buku gratis, saya mengajukan diri untuk meresensi salah satu. Saya belum pernah ikut yang beginian, jadi penasaran. Saya tipe orang yang suka kejutan, jadi saya enggak terlalu cerewet mau pilih buku yang mana, yang begini sih untung-untungan saja dapat buku bagus atau enggak. Dan, ternyata... saya lagi enggak beruntung. Bagaimana pun, terima kasih Mas Dion sudah mengirimkan buku gratis ke saya. Pengalaman yang menarik sekali, hahaha.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...