Pareanom, Yusi Avianto. 2011. Rumah Kopi Singa Tertawa. Jakarta: Banana.
Saya pernah bilang di post sebelumnya yang mana saya lupa, bahwa saya enggak pernah sreg dengan bentuk cerita-cerita pendek. Enggak tahu kenapa. Tapi belakangan saya kok malah jadi baca-baca kumpulan cerpen pun saya juga agak heran. Biasanya memang begitu kan, dibilang jangan malah dilakuin. Dibilang gak suka, tapi dibaca juga. Hah! Dan buku ini berhasil bikin cerpen jadi seksi di mata saya. Rasanya seperti sehabis makan nasi timbel terus minum teh hangat tawar di daerah Dago atas, pas tak berlebihan dan kenyang dan nyaman dan enak aja gitu.





