Showing posts with label anthology. Show all posts
Showing posts with label anthology. Show all posts

Thursday, January 30, 2014

Rumah Kopi Singa Tertawa – Yusi Avianto Pareanom + Secret Santa 2013! Post #2

Pareanom, Yusi Avianto. 2011. Rumah Kopi Singa Tertawa. Jakarta: Banana.
Rating 5 bintang


Rumah Kopi Singa Tertawa


Saya pernah bilang di post sebelumnya yang mana saya lupa, bahwa saya enggak pernah sreg dengan bentuk cerita-cerita pendek. Enggak tahu kenapa. Tapi belakangan saya kok malah jadi baca-baca kumpulan cerpen pun saya juga agak heran. Biasanya memang begitu kan, dibilang jangan malah dilakuin. Dibilang gak suka, tapi dibaca juga. Hah! Dan buku ini berhasil bikin cerpen jadi seksi di mata saya. Rasanya seperti sehabis makan nasi timbel terus minum teh hangat tawar di daerah Dago atas, pas tak berlebihan dan kenyang dan nyaman dan enak aja gitu.

Wednesday, December 4, 2013

Nightmare Hour – R. L. Stine


Stine, R. L. 2003. Saat-saat Seram. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Nightmare Hour: Saat-saat Seram
Why I read this book in the first place?
I got up one day and decided to read this book because I wanted to participate in Blogger Buku Indonesia (BBI) monthly event, posting bareng (members post reviews in the same day). For November, the themes were Graphic and Horror. For Graphic, I’ve already posted review of Generasi 90an by Marchella FP, but I only reviewed it in Indonesian. And Nightmare Hour by R. L. Stine is my entry for Horror, obviously. To see Indonesian review for this, here.

FINALLY, after kept it for ten years in my shelf, unread, I managed to finish this book. I don’t know, I’m not a fan of horror anymore I guess. While back then, when I’m 13 or so, I was an official member of Goosebumps fans club. I occasionally received swag from them, sent to my house. Various kind of it, but the most EPIC from them all would be a human-sized poster of a skeleton sits menacingly calm in front of cupboard full of books, having a cup of tea, and IT GLOWS IN THE DARK! Like I said, epic. So, buying Nightmare Hour at that time was only normal for me. But, there’s a reason why I was hesitant to read it until this long....

Friday, November 29, 2013

Saat-saat Seram – R. L. Stine


Stine, R. L. 2003. Saat-saat Seram. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Rating 3,5 bintang
(review in English, click here)

Nightmare Hour: Saat-saat Seram

Kenapa saya baca buku ini?
Saya baca buku ini supaya bisa ikut posting bareng BBI bulan November yang temanya Horor, seperti yang sudah saya jelaskan di postingan sebelumnya tentang even bulanan ini. Buku ini sudah lamaaaa sekali saya punyai dan tidak juga kunjung saya baca. Sudah sekitar sepuluh tahun dan saya masih belum tertarik (dan berani) baca buku ini, sampai bulan ini akhirnya terbaca juga, dengan agak terpaksa. Saya yang sekarang merasa enggak terlalu suka genre horor, dan saat baca buku ini, yah, saya masih belum berubah pikiran. Padahal saya yang dulu penggemar Goosebumps lho, bahkan sampai bergabung ke fans club-nya segala! Sering dapat swag yang dikirimkan ke rumah, dan yang paling EPIK dari semua swag yang saya dapat adalah poster seukuran badan yang gambarnya tengkorak lagi duduk minum teh di depan lemari buku, NYALA DALAM GELAP! Epik. Makanya, beli buku R. L. Stine yang ini pun semacam otomatis bagi saya waktu itu. Tapi ada satu hal yang bikin saya dari dulu enggan baca buku ini...

Thursday, September 26, 2013

Emerald City and Other Stories – Jennifer Egan


Egan, Jennifer. 2012. Emerald City and Other Stories. United Kingdom: Corsair.
 
Don't judge a book by its cover (reminding myself).

Why I read it in the first place?
Somehow, I never too fond of short story. I don’t have a valid reason why is that, and it bothered me a little (I’m annoyingly a reasonable person). And when I stumbled on this book at Periplus, I thought I’d give it a try. One, it’s on the bargain section, means I got this book much cheaper than it should.  Two, I like the cover, it’s really pretty. Three, I didn’t buy any romance book lately and I THOUGHT it is a lovey dovey romance book just like what I was looking for. Come on, from a cover like that you’ll judge like I did. But, I learn not to judge a book by its cover anymore. Such an old saying but I need to keep reminding myself that. Four, I saw this book gets high rating and great reviews in Goodreads. But from my rating, you know I kind of disagree with them. Five, its author, Jennifer Egan, is a Pulitzer Prize winner for her novel A Visit from the Goon Squad. I haven’t read that (now I don’t intend to) but she seems legit, people in Goodreads (again) repeatedly praised her for her works. So, why not, right? I have FIVE excellent reasons to buy it, I must not regret and beat myself too much (sigh).

Emerald City and Other Stories – Jennifer Egan


Egan, Jennifer. 2012. Emerald City and Other Stories. United Kingdom: Corsair.
Rating 2 bintang
(review in English, click here)
 
Jangan nilai buku dari sampulnya (ngomong sama diri sendiri).

Kenapa saya baca buku ini?
Enggak tahu kenapa saya enggak terlalu suka baca cerita pendek alias cerpen. Iya, enggak tahu kenapa. Artinya saya enggak punya alasan jelas itu tuh kenapa enggak sukanya, dan hal tersebut cukup mengganggu saya (soalnya saya tipe orang menyebalkan yang selalu menuntut alasan). Makanya ketika melihat buku ini di Periplus, saya merasa ingin memberi kesempatan lagi kepada cerpen untuk memikat hati saya. Satu, buku ini ada di bagian buku-yang-murah-sekali, dan memang saya jadi bisa beli buku ini jauuuh di bawah harga aslinya. Dua, saya suka sampulnya, menurut saya sangat cantik. Tiga, belakangan saya tidak pernah beli buku-buku romantis dan saya TADINYA mengira ini buku romantis seperti yang saya sedang cari. Lagian dari sampul kayak begitu, orang pasti bakal berasumsi sama dengan saya kan? Ah, tapi saya mesti ingat-ingat lagi ke depannya supaya enggak menilai buku dari sampulnya. Empat, saya cek di Goodreads, buku ini dapat rating bagus dan ulasan-ulasan bernada memuji. Tapi, dari rating yang saya berikan, jelas saya agak berbeda pendapat dengan mereka. Lima, si penulis, Jennifer Egan, adalah pemenang penghargaan Pulitzer untuk karyanya berjudul A Visit from the Goon Squad. Belum baca itu (dan sekarang memang enggak ada niat untuk coba baca itu) tapi kelihatannya Jennifer Egan ini boleh juga. Orang-orang di Goodreads yang sudah membaca karya-karyanya (berkali-kali) memuji-muji dia. Terus, saya butuh alasan apa lagi coba? Saya punya LIMA alasan bagus untuk beli buku ini waktu itu, jadi lebih baik saya enggak usah terlalu merasa sesal sekarang....


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...