Showing posts with label 2013. Show all posts
Showing posts with label 2013. Show all posts

Friday, January 30, 2015

The Naked Traveler Across the Indonesian Archipelago - Trinity + Secret Santa Post #2


Wuih, judulnya panjang.

Helloooo, Guys! Sudah lama sekali (sebulan, lebih tepatnya) saya nganggurin blog ini. Maaf. I just need some time apart from this blog. I need something new, or else I'll get bored and abandon this blog for even more time that I already did. Karena itulah, untuk review buku kali ini saya mencoba hal baru yang belum pernah saya coba.

Saya bikin video! Saya enggak pernah bikin video sebelumnya, jadi, ini yang pertama. Saya sadar banget akan pencahayaannya yang buruk, kualitas kameranya juga, suaranya juga... semuanya! Hahah. Maklumin saja lah yah. Tapi saya lumayan semangat gara-gara bikin video ini, bahkan... sebenarnya, saya sudah menyiapkan satu video lagi yang akan saya publish awal Februari. Hoyeee~

Tuesday, September 30, 2014

Creative Writing - A. S. Laksana

Laksana, A. S. 2013. Creative Writing. Jakarta: GagasMedia.
Rating 5 bintang


Creative Writing: Tip dan Strategi Menulis Cerpen dan Novel - Edisi Revisi

Seingat saya, saya belum pernah menyempatkan diri untuk membaca buku panduan menulis fiksi, jadi saya tidak bisa membandingkan buku ini dengan buku lain sejenis. Yang jelas, bagi saya buku ini sukses menyampaikan maksudnya dan benar-benar memberikan semangat untuk menulis dengan baik. Penjelasannya enggak bertele-tele, tepat sasaran, dan cukup dasar. Kualitas lima bintang banget!

Friday, May 23, 2014

Sila ke-6: Kreatif Sampai Mati - Wahyu Aditya


Aditya, Wahyu. 2013. Sila ke-6: Kreatif Sampai Mati. Yogyakarta: Penerbit Bentang.
Rating 5 bintang
(review in English, click here)

Sila ke-6: Kreatif Sampai Mati

Saya adalah pembaca buku sejak saya bisa mengingat. Bahkan ada foto saya saat masih berumur sekitar 2 tahun, sedang duduk membaca buku, walaupun bukunya terbalik, tapi itu tetap petunjuk awal kan kalau saya bakal jadi kutu buku ke depannya? Saya rasa, adalah hal yang otomatis saat seorang kutu buku juga pada akhirnya ingin menulis buku. Saya pun begitu, tapi belum kesampaian. Dari saya SD, saya sering bikin cerita-cerita pendek yang kebanyakan enggak ber-ending, puisi-puisi garing, bahkan sampai skrip drama ngaco. Hampir semuanya tidak pernah dilihat mata lain selain mata saya. Beranjak dewasa, saya semakin tidak produktif untuk ‘berkarya’, walaupun keinginan untuk menulis cerita sendiri selalu ada, sampai sekarang. Seringnya, saya punya ketakutan-ketakutan yang membuat saya mengurungkan niat untuk menulis cerita sendiri, yang pada akhirnya menjadi alasan untuk tidak melakukannya sama sekali. Kemudian buku ini datang menampar saya dengan kata-kata lugas dan simpelnya.

Rasa takut adalah musuh besar dari kreativitas.

Tidak benar-benar terasa seperti ditampar sih, soalnya ini buku lucu banget. Dibawakan dengan santai sesantai-santainya oleh Wahyu Aditya alias Wadit, penulisnya. Banyak saran Wadit yang, walaupun bukan hal baru, tetap terasa segar dan cara penyampaiannya benar-benar baik.

Sila ke-6: Kreatif Sampai Mati - Wahyu Aditya


Aditya, Wahyu. 2013. Sila ke-6: Kreatif Sampai Mati. Yogyakarta: Penerbit Bentang.

Sila ke-6: Kreatif Sampai Mati

I read since I can remember things. In fact, I have this photo of maybe 2-year old me, was sitting and reading a book, an upside-down book, but still, it’s like a sign that I will become a booknerd, right? I guess, booknerds always end up on wanting to write their own books. I do want to write my own book too, someday. In my elementary days, I used to write a bunch of short stories with no endings, a bundle of corny poems, and even some messy drama scripts. Almost all of them are never to be seen by other people’s eyes but mine. As I grew up, I became less and less productive in creating my ‘work’, although I always have it in my mind to write my own book, up until now. I have these fears and insecurities that make me hesitate and stop me from writing my own book. Then, this book came and slapped me with its to-the-point and simple words.

Fear is the biggest opponent of creativity.

Well, not really ‘slapped’, because this book is so so very very funny, I mean it in a kind way. The author, Wahyu Aditya a.k.a Wadit, delivers all his ideas in a hilarious informal way. There are lots of Wadit’s tips, although not earthshakingly new, still feel fresh and are told really well.

Wednesday, March 12, 2014

ChinAlive - Bob Jonas


Jonas, Bob. 2013. ChinAlive. Charleston: Vagabond Librarian Publishing.

Chinalive

I received this book from GoodreadsGiveaway.

Sets in China where the 2008 Olympics is being the biggest project for its government, the adventure of Charlie Evers begins. Charlie, a 12 years old American boy, has been living in China for years with his parents and has acquired to learn the local language fluently. To complete his school assignment, Charlie needs to do a research about the Yangtze River, therefore he surfs the internet using his father’s computer. After so many clicks and links, Charlie is stranded into a pro-democracy group chatroom, it’s a secret movement and obviously illegal in China. The ever curious Charlie asks questions that eventually will have him takes major part in the history of remaking China.

ChinAlive - Bob Jonas

Jonas, Bob. 2013. ChinAlive. Charleston: Vagabond Librarian Publishing.
Rating 2,5 bintang
(review in English, click here)

Chinalive

Saya mendapatkan buku ini melalui Goodreads Giveaway.

Berlatarkan Cina yang akan menyelenggarakan Olympiade 2008, petualangan Charlie Evers pun dimulai. Charlie, remaja Amerika berusia 12 tahun, sudah bertahun-tahun tinggal di Cina bersama keluarganya dan sudah mengusai dengan baik bahasa setempat. Dengan maksud meneliti tentang Sungai Yangtze untuk tugas sekolahnya, Charlie berseluncur di internet menggunakan komputer ayahnya. Akhirnya, dia malah jadi terlibat di chatting room yang membahas tentang gerakan rahasia di Cina, gerakan pro-demokrasi. Charlie yang selalu ingin tahu, mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang pada akhirnya mengakibatkan dia nantinya terlibat dalam sejarah pembentukan Cina yang baru.

Thursday, November 28, 2013

Generasi 90an – Marchella FP

Dear Readers, I guess I am not going to review this book in English because this book really just talks about local things. It’s about what Indonesian kids used to do in 90s era. But, if any of you are somehow interested in reading the review of this book in English, just comment below or message me or whatever, let me know. Cheers.




FP, Marchella. 2013. Generasi 90an. Jakarta: PT Gramedia.
Rating 3,5 bintang

Generasi 90an

Kenapa saya baca buku ini?
Kebetulan, atau tidak kebetulan, saya termasuk di golongan generasi 90an. Saya lahir tepat di tahun 1990. Kalau enggak salah, penulis ini juga seumuran dengan saya. Jadi bisa dibilang, saya pastilah termasuk pasar utama dari buku ini. Sebelum beli Generasi 90an, sama seperti banyak orang lainnya, saya curi-curi baca dulu di toko buku. Setelah sekilas dilihat, saya suka. Suatu hari saya kesetanan beli buku, padahal uang lagi pas-pasan, eh tahu-tahu buku ini sudah masuk ke kantong belanjaan saya (penjelasan enggak mutu, hahaha). Saya baca buku ini dengan teliti, dibaca kata per kata, baru sekarang karena bertepatan dengan even bulanan Blogger Buku Indonesia (BBI), yaitu posting bareng. Untuk bulan ini, tema pertamanya adalah Grafis/Komik. Tema kedua, Horor/Thriller. Kalau mau lihat post dari BBI-ers lainnya, bisa kunjungi tautan ini. Nah, kenapa saya cuma kasih 3,5 bintang yah untuk buku ini?

Tuesday, November 5, 2013

Nothing Left to Lose – Kirsty Moseley + Author Interview + INT Giveaway! *CLOSED*


Moseley, Kirsty. 2013. Nothing Left to Lose. Self-published.
Rating 4 stars.

Nothing Left To Lose

I’m participating in Release Day Blitz for Nothing Left to Lose by Kirsty Moseley which is TODAY! Yay! November 5th, finally you’re here! I received the e-book ARC for participating, thanks Kirsty.

So, guys. This will be slightly different than my other review, because my other review doesn’t usually contain Author Interview or International Giveaway! I am so excited I think I’ll combust in any seconds! Without further ado, let’s see my two cents about this book (I know you’ll skip my review and just jump to the rafflecopter giveaway! Meanie!).

Tuesday, October 29, 2013

Beautiful Nightmares - Farrahnanda [DNF, Sorry!]

DEAR READERS, I'M NOT GOING TO REVIEW THIS BOOK IN ENGLISH BECAUSE IT'S NOT WORTH MY TIME AND ENERGY MORE THAN HOW MUCH I ALREADY HAD GIVEN FOR IT. SERIOUSLY, YOU'RE NOT MISSING ANYTHING.

Farrahnanda. 2013. Beautiful Nightmares. Yogyakarta: de TEENS.
Rating errr enggak berbintang.

Beautiful Nightmares

Kenapa saya baca buku ini?
Enaknya jadi anggota Blogger Buku Indonesia (BBI), kita punya kesempatan untuk dapat buku gratis yang baru banget rilis, untuk dibaca kemudian diulas di blog. Jadi, waktu Mas Dion menawarkan beberapa buku gratis, saya mengajukan diri untuk meresensi salah satu. Saya belum pernah ikut yang beginian, jadi penasaran. Saya tipe orang yang suka kejutan, jadi saya enggak terlalu cerewet mau pilih buku yang mana, yang begini sih untung-untungan saja dapat buku bagus atau enggak. Dan, ternyata... saya lagi enggak beruntung. Bagaimana pun, terima kasih Mas Dion sudah mengirimkan buku gratis ke saya. Pengalaman yang menarik sekali, hahaha.

Friday, October 18, 2013

101 Creative Notes – Yoris Sebastian


Sebastian, Yoris. 2013. 101 Creative Notes. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

101 Creative Notes
Why I read it in the first place?
Well, it is a self-help book, so I did buy and read it in hoping to enrich myself with inspirational material. Once in a while, I like to urge myself to read non-fiction books. Actually, there was this time in my life when I kind of avoided reading fiction (what??? It’s true though). At that time, I was in a campus press in my uni, where I was demanded to know lots of facts and variety of information. And I obtained some of them in my objects of reading which were mostly non-fiction. Anyway, I was interested enough to buy 101 Creative Notes because of its simple and light writing style. I am not into a slow-pace and very-detailed self-help books. Before I read this book, I have no idea who Yoris Sebastian is. Clearly, I didn’t buy this book because of his popularity (which I was not aware of, but I guess he’s pretty popular, maybe?), I was purely interested with its theme about creativity.

Thursday, October 17, 2013

101 Creative Notes – Yoris Sebastian


Sebastian, Yoris. 2013. 101 Creative Notes. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Rating 2,5 bintang
(review in English, click here)

101 Creative Notes

Kenapa saya baca buku ini?

Ini kan buku yang tujuannya untuk pengembangan diri, jadi memang saya beli dan baca buku ini karena mau memperkaya diri sendiri saja dengan bahan bacaan inspiratif. Sekali-sekali saya memang suka baca buku non-fiksi. Eh, malah sebenarnya ada masa di mana saya benar-benar membatasi membaca buku fiksi. Waktu itu masih aktif di pers mahasiswa, secara enggak langsung saya dituntut untuk banyak tahu tentang fakta dan ragam informasi, yang sebagian saya dapatnya dari buku-buku non-fiksi. 101 Creative Notes ini saya pilih karena saya lihat format penulisannya yang ringan dan singkat. Karena pada dasarnya saya kurang suka juga sama buku self-help yang bertele-tele. Tapi, saya enggak tahu siapa tuh Yoris Sebastian sebelum baca buku ini. Jadi bukan karena dia (yang sepertinya orang hebat yah?) saya beli buku ini, memang cuma tertarik saja dengan tema bukunya.

Saturday, September 28, 2013

Inferno – Dan Brown

Brown, Dan. 2013. Inferno. Yogyakarta: Penerbit Bentang.
Rating 5 stars AND BEYOND!
(review in Indonesian, click here)

Is it just me or this book really has the I'm-so-legit wave?
Why I read it in the first place?
Bhahahahhahahaha. It’s a silly question, really. So let’s not dwell too much on this. I read this book because I am obssesed on every piece of Dan Brown’s works. People who enjoy reading, who appreciate art, who adore clever and generous character, and who have curiosity toward science and religion, MUST at the very least puke rainbow on Dan Brown’s books, and this book is no exception. How so? Well, this book successfully made me reach my orgasm point, just like a total nerd when it comes to an awesome book with too much awesomeness to bare. In some point I thought my brain is exploded for consumed over dose of amazingness in this book. So, why read this book? Pfft. That’s not even a relevant question if we’re talking about Inferno here.

Inferno – Dan Brown



Brown, Dan. 2013. Inferno. Yogyakarta: Penerbit Bentang.
Rating 5 bintang ditambah semua bintang-bintang yang ada!
(review in English, click here)

Terasa enggak sih aura 'keren' dari buku ini? Hahaha.

Kenapa saya baca buku ini?
Bahahahahhaahahha. Sebenarnya ini pertanyaan konyol. Jadi mari tidak berlama-lama di bagian ini. Saya baca buku ini karena saya memang terobsesi dengan semua karya Dan Brown sejak awal. Penikmat kegiatan baca, pengapresiasi seni, penggemar tokoh cerita cerdas baik hati, dan orang yang penasaran akan ilmu pengetahuan dan ilmu agama, PASTI sedikitnya memuntahkan pelangi atas karya-karya Dan Brown, termasuk karya teranyarnya yang satu ini. Bagaimana tidak? Inilah buku yang bisa membuat saya mencapai orgasme, persis seperti anak culun garis keras ketika dihadapkan dengan buku yang terlalu menakjubkan. Rasanya otak meledak saking kagumnya. Jadi, kenapa baca buku ini? Pfft. Itu bahkan bukan pertanyaan relevan kalau Inferno yang kita bicarakan.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...