Showing posts with label gagasmedia. Show all posts
Showing posts with label gagasmedia. Show all posts

Tuesday, September 30, 2014

Creative Writing - A. S. Laksana

Laksana, A. S. 2013. Creative Writing. Jakarta: GagasMedia.
Rating 5 bintang


Creative Writing: Tip dan Strategi Menulis Cerpen dan Novel - Edisi Revisi

Seingat saya, saya belum pernah menyempatkan diri untuk membaca buku panduan menulis fiksi, jadi saya tidak bisa membandingkan buku ini dengan buku lain sejenis. Yang jelas, bagi saya buku ini sukses menyampaikan maksudnya dan benar-benar memberikan semangat untuk menulis dengan baik. Penjelasannya enggak bertele-tele, tepat sasaran, dan cukup dasar. Kualitas lima bintang banget!

Thursday, September 19, 2013

Kisah Sukses J. K. Rowling: Di Balik Proses Penulisan Harry Potter - Indra Ismawan



Ismawan, Indra. 2003. Kisah Sukses J. K. Rowling: Di Balik Proses Penulisan Harry Potter. Jakarta: GagasMedia.
 
Errr, Ismawan should considered a less hassle title...
Why I read it in the first place?
This book’s title, if I free translate it into English will be ‘The Success Story of J. K. Rowling: Behind The Writing Process of Harry Potter’. I bought this book long long time ago when I was a maniac for Harry Potter (I’m still kind of are). The Harry Potter series are, undoubtedly undebatedly, THE best children book EVER, although its reader is so beyond that. J. K. Rowling also became one of my obsession at that time, when I had Harry Potter fever (again, I’m still kind of are), so I smartly bought many biographies of her. Yes, many biographies. This book by Indra Ismawan is one of them. I re-read it because I’ll say byebye to it pretty soon (insert sad backsong). If you notice, I joined a bookblogger community recently, Blogger Buku Indonesia (BBI). There, I got myself in a book-swap deal with other fellow member, Roro. This will be my second book-swap I have ever experienced. My first was when I was an elementary kid, I swapped my Sailor Venus comics for Sailor Moon comics (cute, I know). Roro seemed desperately wished to own this book and was in an intense hunting for it, so I just offered mine. I thought, this book is better be in hands of those who really appreciate it. Because of that, I just felt the need to re-read it, you know, as a farewell ritual, and decided to make a rambling too about it. I read it in a hurry, finished it in one day, because I'm actually currently reading another book, Stephen Hawking’s, I paused that for reading and reviewing this book. 

Kisah Sukses J. K. Rowling: Di Balik Proses Penulisan Harry Potter - Indra Ismawan

Ismawan, Indra. 2003. Kisah Sukses J. K. Rowling: Di Balik Proses Penulisan Harry Potter. Jakarta: GagasMedia.
Rating 3 bintang
(review in English, click here)

Indra Ismawan harusnya pakai judul yang lebih singset...
Kenapa saya baca buku ini?
Buku ini saya beli saat saya sedang keranjingan-keranjingannya dengan Harry Potter. Seri Harry Potter sendiri tidak perlu didebatkan lagi, terbaik sepanjang masa untuk cerita anak, walaupun penikmatnya nyatanya mencakup semua usia. J. K. Rowling menjadi salah satu obsesi saya juga saat saya sedang demam Harry Potter, jadi saya banyak beli biografi dia. Ya, banyak. Buku ini salah satunya. Saya baca ulang buku ini karena sepertinya saya akan segera berpisah dengan buku ini (ugh sedih). Jadi kan saya baru bergabung di komunitas Blogger Buku Indonesia (BBI), dari situ saya berkesepakatan dengan salah satu anggotanya, Roro, untuk saling tukar buku. Ini pengalaman kedua saya tukaran buku, yang pertama waktu saya SD, tukaran komik Sailor Moon untuk komik Sailor Venus (hehe). Kebetulan Roro seperti sedang kebelet ingin punya buku ini, jadi saya tawarkan punya saya ini, karena saya merasa buku ini akan lebih baik jika berada di tangan yang benar-benar mengapresiasinya (wah melankolisnya). Pokoknya, karena merasa akan segera berpisah (kalau memang jadi nih tukarannya), saya merasa harus membaca ulang buku ini, sebagai tanda perpisahan, dan saya putuskan  untuk mengulasnya. Buru-buru saya tamatkan buku ini dalam sehari karena sebenarnya saya lagi membaca buku lain, Stephen Hawking-nya harus saya jeda dulu deh.

Thursday, September 12, 2013

Satin Merah – Brahmanto Anindito & Rie Yanti



Anindito, Brahmanto and Rie Yanti. 2010. Satin Merah. Jakarta: GagasMedia.

Nice cover. It goes well for the mood in the story.

Why I read it in the first place?
Honestly? Well, some days ago I went to a book store that was having their fourth anniversary celebration by discounting a massive amount of books. Mostly are books that I have no interest in. But then, my eyes caught something familiar, Satin Merah (Red Satin in English, but this book only available in Indonesian for now). The most amazing part was when I checked the price, it’s JUST Rp 10.000 (something like 1 US dollar!), the actual price was Rp 37.000. I have been eyeing Satin Merah since last year, it was in my will-buy-when-I-have-extra-money-but-I-know-it-won’t-happen list. There’s one thing that made me very curious with this book at first. On the back cover, it tells a glimpse of the story and I thought it was cool. Then there’s this endorsement from fellow Indonesian novelist, Feby Indirani, says, “A theme that’s mostly untouched by writers nowadays.” I never read Feby’s works so I didn’t know how I should feel about her comment. But heck, I already felt very challenged and I couldn’t care less who says what. I thought, “Oh, really?”

Wednesday, September 11, 2013

Satin Merah – Brahmanto Anindito & Rie Yanti



Anindito,Brahmanto dan Rie Yanti. 2010. Satin Merah. Jakarta: GagasMedia.
Rating 3,5 bintang
(review in English, click here)

Sampul novel Satin Merah yang sesuai dengan mood cerita.
Kenapa saya baca buku ini?
Jujur? Beberapa hari yang lalu saya ke toko buku yang lagi merayakan hari jadinya ke-4 dan mereka buat diskon besar untuk banyak banget buku. Kebanyakan buku yang enggak menarik minat saya. Kemudian tertangkap mata saya, Satin Merah. Yang paling wow-nya waktu lihat harganya Rp 10.000 SAJA (tanpa bermaksud sok kaya). Harga aslinya Rp 37.000. Satin Merah sudah sejak tahun lalu ada di daftar saya, daftar ingin-beli-tapi-pas-duit-lebih-saja. Dari awal tertarik untuk punya dan baca setelah lihat ulasan di sampul belakangnya. Tapi, hanya satu kalimat yang benar-benar bikin saya penasaran sekali, yaitu “Tema yang nyaris tak tersentuh oleh penulis zaman sekarang.” Itu ulasan pendukung untuk Satin Merah dari sesama novelis Indonesia, Feby Indirani. Saya belum pernah baca novel Feby, jadi enggak tahu apakah pendapatnya bisa jadi pegangan, tapi siapapun yang bilang enggak jadi masalah buat saya. Saya sudah terlanjur tertantang, “Ah, masa sebegitunya?”


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...